Medan (SIB)
Perayaan Natal Harian “Sinar Indonesia Baru” (SIB) di gedung SIB berlangsung meriah dan penuh sukacita, Sabtu (20/12).
Natal tersebut diikuti semua unsur pimpinan termasuk Pak GM dan ibu, Pemimpin Usaha Netty Panggabean, dan semua wartawan dan karyawan SIB, termasuk karyawan Percetakan PT Sere Megawati dan PT Surya Toba Tour & Travel, Wakil Pemimpin Umum SIB Ir GM Chandra Panggabean tak bisa hadir karena berada di Jakarta urusan Protap dan Pemred SIB GM Immanuel Panggabean BBA juga tak bisa hadir karena berada di Siborongborong mempersiapkan lokasi tempat Perayaan Natal Bersama Sumut 2008 27 Desember nanti.
Perayaan Natal ini diselenggarakan oleh dan untuk keluarga besar SIB sendiri, mulai dari liturgi, paduan suara, vocal group sampai kepada pelayanan makan bersama, dilakukan oleh karyawan-karyawati SIB sendiri.
Liturgi bukan hanya diikuti karyawan administrasi tetapi juga para redaktur, wartawan SIB di Medan dan yang datang dari luar kota, sedang penyalaan lilin Natal dilakukan, selain oleh Bapak pendeta pengkhotbah Pdt WTP Simarmata MA, Pak GM dan Ibu, Netty, juga oleh yang mewakili semua unit dan Korda SIB.
Seperti terjadi setiap tahun, pada Natal SIB 2008 ini pun, diadakan liturgi memberitakan kelahiran Yesus Kristus dalam ragam bahasa, mulai bahasa Indonesia, Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, Nias, juga bahasa Inggris, China dan … bahasa Arab.
Ratusan peserta pesta Natal tak bisa menahan tawa, ketika wartawan SIB Frans Sihombing yang berpakaian Arab, berjenggot palsu, dengan postur tubuh yang pas, mengucapkan liturginya dalam bahasa Arab dengan fasih.
Di atas semua sukacita itu Ketua Umum Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Sumut Pdt WTP Simarmata MA, yang hadir bersama istri, telah memberi makna rohani kepada perayaan Natal SIB ini, dengan khotbahnya yang sangat bernas, seperti dikutip dari rekaman, di bawah ini.
Khotbah Renungan Natal SIB 2008 oleh Pdt WTP Simarmata MA
Ibu, bapa, saudara yang dikasihi Tuhan secara khusus keluarga besar Harian Sinar Indonesia Baru, PT Sere Megawati dan PT Surya Toba Travel. Kita dengarkan Firman Tuhan yang menjadi thema Natal ini dari Lukas 4:43 “Aku harus memberitakan injil Kerajaan Allah Sebab Untuk itulah Aku Diutus”. Hari ini kita merayakan Natal hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada benua di seluruh dunia yang tidak merayakannya. Bahkan tadi kita dengar Bahasa Arab, dengan pilihan postur tubuh yang bersangkutan sangat pas memakai kostum itu. Inilah kebesaran Allah, tidak ada bangsa yang tidak memuliakan namaNya, selama advent dan saat Natal. Yang kita rayakan ini luar biasa dan semua orang tahu Nama itu, Ia luar biasa Dia manusia tapi Dia adalah Tuhan. Dia mati tapi Dia Bangkit dan Dia lahir di tempat yang sangat sederhana tapi orang-orang yang percaya kepada Dia menjadi orang yang sangat besar.
Dia tidak pernah sekolah secara formal tapi tak terhitung jumlah sekolah yang terinsipirasi oleh karena NamaNya. Dia tidak pernah membangun rumah sakit dan panti-panti asuhan sosial tapi tak terhitung rumah sakit yang dibangun oleh karena visiNya, memang manusia harus dimanusiakan, yang menderita harus ditolong. Ia tidak pernah menulis buku tapi tak terhitung jumlah buku di berbagai perpustakaan, jumlah majalah, bulletin, koran yang memberitakan namaNya, kebesaranNya, kemahakuasaanNya.
Ia tidak pernah menjadi pemberita pembawa kabar yang mendapat pelatihan-pelatihan, tapi gaya berbicara gaya berkhotbahNya menjadi bahan ajaran bagi setiap orang yang bertugas sebagai pekabar Injil, bagi penulis, penyair, kolumnis dan bagi banyak orang yang akan menyampaikan pesan-pesan penting. Dan, bukan hanya orang Kristen yang mengikutinya, banyak umat lain yang beragama lain yang mengikuti prinsip-prinsip kehidupanNya, nilai-nilai yang diajarkanNya. Mahatma Gandi meniru gaya hidup Yesus Kristus dalam menghadapi penjajah dengan apa yang disebut dengan Ahimsah, Swadesi, anti kekerasan. Sesuatu yang sangat luar biasa dalam dirinya, Dia datang justru datang dari sorga ke tengah-tengah dunia kita, ke tengah-tengah keseharian kita.
Natal ini memilih thema “Memberitakan Injil Kerajaan Allah.” Ada banyak pesan dari thema ini. Menjadi pemberita injil tentunya membutuhkan pelatihan, komitmen karena dilatih untuk memberitakan injil adalah wujud dari visi untuk melengkapi, memberdayakan, memampukan orang Kristen untuk menjadi pemberita Injil yang efektif yang cocok dengan zamannya.
Kalau ditanya siapa yang dilatih, tentunya semua warga, semua orang percaya. Kalau gereja dan umat Kristen tidak mampu mengartikulasikan Injil maka krisis besar Kekristenan akan terjadi. Ini yang dialami Eropah. Gereja lalai untuk mewariskan nilai-nilai itu sehingga terpaksa mereka harus ke pantai, nightclub ke gunung-gunung pada saat warga menikmati masa liburannya. Kita masih beruntung umat masih datang berbondong-bondong ke gereja.
Pada umumnya orang Kristen di Eropah tidak mampu lagi mengartikulasikan Injil. Inilah awal dari krisis besar itu. Padahal, Injil adalah kekuatan Allah untuk memampukan manusia. Injil adalah kekuatan Allah menyelamatkan, Injil adalah kekuatan umat manusia untuk mengatasi persoalan-persoalan kehidupannya. Sebab itulah Injil, memampukan kita untuk bermartabat, memampukan kita untuk hidup lebih wajar, memampukan kita untuk hidup lebih manusiawi. Gereja saat ini perlu mencatat hal itu agar warganya mampu mengkomunikasikan Injil pada dunia masa kini, yaitu dunia yang modern dunia yang maju dan warga gereja sangat rindu untuk itu, bersedia untuk itu. Mungkin lewat alat-alat komunikasi elektronik, media cetak bahkan lewat SMS yang setiap hari kita baca.Ini tugas semua orang, kita bersyukur karena harian ini memilih thema ini.
Apa kata Paulus tentang tugas ini, “Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil.” Itu artinya setiap orang Kristen wajib memberitakan Injil, karena Injil adalah kabar baik dan berita keselamatan. Ini penting, karena memberitakan Injil bukan pilihan tapi kewajiban. Memberitakan Injil melekat dalam diri kita sebab celakalah apabila tidak memberitakan Injil.
Oleh karena itu, profesi memberitakan Injil tidak boleh kita katakan baiklah karena saya tidak diterima di sini, baiklah saya menjadi pekabar Injil. Menjadi pekabar Injil bukanlah pilihan tetapi kewajiban yang harus kita lakukan dan kerjakan. Dan, untuk itulah sesungguhnya Yesus datang ke dunia ini dan bahkan mati di salib untuk memberitakan itu. Karenanya, memberitakan Injil bukan tanpa tantangan bukan tanpa bahaya dan kalau Harian SIB memilih thema “Aku Harus Memberitakan Injil” ini memiliki implikasi Koran SIB bukan tanpa bahaya, bukan tanpa tantangan dan mungkin bukan tanpa konflik. Koran SIB sesuai dengan perjalanannya pernah mengalami tantangan dan bahkan cobaan yang berat tapi kita bersyukur SIB tidak tenggelam tidak karam. Bahkan, pendiri Koran SIB tetap tegar dan saat ini bersama-sama dengan kita.
Aku akan menjadi pemberita Injil, ini artinya jadilah saksinya. Dan hal ini harus diikuti oleh semua orang yang ikut di dalamnya. Apakah redaksi, koordinator-koordinator wilayah, wartawan, administrasi, keuangan, loper atau siapa pun itu, jadilah saksinya. Sebab itu adalah janji iman saat ini minimal satu tahun ini sebelum kita masuk Natal yang akan datang dengan thema yang baru. Aku harus memberitakan Injil!
Ketika kita menerima keselamatan itu, maka kita wajib memberitakan Injil kita wajib menyebarluaskan Injil, kita wajib menyampaikannya kepada orang lain. Dan jangan tunda dengan berbagai alasan dengan mengatakan,”Bagaimana mungkin saya menjadi pemberita Injil sebab saya kurang hafal ayat-ayat Alkitab. Bagaimanakah saya menjadi pekabar Injil sebab saya tidak tahu. Alkitab firman Tuhan dan lain-lain.”
Memberitakan Injil adalah kesaksian bukan harus di mimbar. Memberitakan Injil adalah menjadi saksi. Memberitakan Injil adalah membela yang lemah. Inilah yang dilakukan Koran SIB. Memberitakan Injil adalah mengasihi orang-orang di Panti Asuhan, memberitakan Injil memberi minum orang yang haus, memberi makan orang yang lapar, mengasihi orang yang menanggung persoalan kehidupan, korban bencana yang ada di penjara, orang sakit.
Bahkan dalam Lukas 4:18-19, teks yang dikutib Yesus dari Yesaya mengatakan, “Roh Tuhan ada padaku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tertawan dan penglihatan bagi orang buta, untuk membebaskan orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang,” Inilah Injil itu yang disebarkan luas ke seluruh penjuru dunia.
Ibu, Bapa, setiap hari pasti pegang Koran SIB. Pasti membacanya, ada tiga kata di atas halaman satu kata yang sangat luar biasa yang menjadi bagian dari Injil, yaitu motto SIB: Untuk Demokrasi, Untuk Persatuan, Untuk Pembangunan. Dengan pengaruhnya yang sangat besar, koran SIB akan mengawasi tiap kekuatan yang melawan demokrasi. Kehadirannya setiap hari tentunya Koran SIB akan melawan setiap gerakan yang melawan persatuan dan ide-ide yang ditulis dan diterbitkan tentunya membangun untuk menikmati kehidupan yang lebih baik yaitu pembangunan. Demokrasi adalah penghargaan kepada perbedaan, begitu juga Injil.
Persatuan adalah keutuhan yang tak boleh terpecah, begitu pula Injil. Sebab persekutuan diciptakan oleh Tuhan. Pembangunan adalah upaya untuk menikmati kehidupan yang lebih baik. Karena itu melalui pemberitaannya orang SIB melakukan pembelaan terhadap demokrasi, kepada persatuan dan pembangunan.
Kita yakin, bukan karena Pak GM orang Batak dan orang Kristen maka membela upaya pembongkaran gereja HKBP di Binjai, tapi karena demokrasi dan persatuan. Karena demokrasi itu penghargaan, itu visi harian SIB. Karena persatuan juga visinya maka SIB tidak membeda-bedakan, maka di dalamnya ada makna keutuhan. Bukan pembelaan soal izin pembangunan gereja HKBP Binjai Baru saja, tetapi juga rumah-rumah ibadah umat beragama lain seperti Mesjid, Vihara, rumah persaktian untuk Parmalim. Sebab, ibadah kepada Tuhan diberikan oleh Tuhan, keyakinan bukan pemberian manusia tetapi pemberian Tuhan. Tidak mungkin kita memanggil nama Tuhan sementara kita menjauhkan diri dari sesama. Tidak mungkin kita mendekati Tuhan, sementara kita menganggap orang lain lebih rendah, gereja lain lebih kecil, agama lain lebih tidak bermoral. Itulah Injil menghargai orang lain, menghargai segala yang bernafas dan semua ini ajakan kepada kita agar tindakan kita pun menghargai Injil.
Implikasi dari semua itu bahwa Koran SIB telah menjadi tempat mengadu bagi orang yang lemah khususnya bagi orang yang tak ada pembelanya. SIB tidak pilih kasih, tidak membedakan agama dan suku tetapi untuk bangsa dan masyarakat. Sebab memang benar yang kita layani adalah dunia bukan hanya gereja dan umat Kristen tetapi semua umat manusia.
Catatan penting dari thema ini adalah kerajaan Allah lebih luas dari gereja. Kerajaan Allah akan lebih luas dari bumi ini dan segala isinya, cakrawala, dan galaksi, itulah kerajaan Allah sementara gereja ada lokasinya ada lingkungannya. Karenanya gereja lebih kecil dari kerajaan Allah. Kalau kita memberitakan Injil kerajaan Allah, itu artinya luas sekali…luas sekali, ini sesuatu yang sangat luar biasa.
Dan injil kerajaan Allah itu adalah pembawa keselamatan, pembawa kehidupan, pembawa martabat, pembawa harkat kemanusiaan dan Injil itu adalah untuk orang lain. Injil adalah jawaban atas persoalan kehidupan, Injil dapat mengatasi berbagai persoalan lewat kemahakuasaan Allah.
Teks ini sangat manarik: tidak menghina orang lain adalah baik, tidak mencuri uang orang lain adalah baik, tidak merendahkan orang lain adalah baik, tidak mengambil makanan yang seharusnya untuk orang lain adalah baik, menghindari diri dari segala perbuatan jahat dan tercela adalah baik. Tetapi itu tidak cukup, meski tidak membunuh, tidak melakukan segala sesuatu yang merugikan orang lain. Tetapi kalau kita membiarkan orang lain dalam kesukaran dan dalam penderitaan padahal kita mampu menolongnya, itu juga adalah pembunuh. Ini bedanya nilai Kekristenan Kerajaan Allah dengan hukum duniawi.
Andaikan kita naik kapal di Danau Toba, kapal itu karam lalu ada papan satu lembar kita raih kita pergi, secara hukum itu benar. Tetapi membiarkan satu orang tenggelam itu bertentangan dengan Kekristenan. Memang berat, sangat sulit tetapi untunglah Tuhan itu maha kasih. Kurang-kurang sedikit dosa kita diampuni. Itulah kemahakuasaanNya. Rumah Allah selalu tersedia bagi setiap orang, maka datanglah!. Kasihnya lebih besar dari dosa apapun. KemahakuasaanNya lebih besar dari pelanggaran kita. Besar pun dosa kita, kasihNya lebih besar, besar pun persoalan kita tetapi kemahakuasaanNya lebih besar mengampuni kita. Karena itu, Injil kerajaan Allah tidak hanya kata-kata, tidak hanya prinsip, tidak hanya nilai-nilai tetapi Injil adalah tindakan, action. Injil juga adalah perbuatan bahkan Injil itu adalah pengorbanan untuk orang lain dan memang Yesus datang untuk orang lain.
Harian Sinar Indonesia Baru ini dipimpin oleh pendirinya yaitu Pak GM, yang memimpin sejak awal, sejak kecil dengan perjuangan pahit getirnya perjalanan hingga akhirnya besar. Saya bisa mengikuti semua itu sebab pada saat saya mahasiswa saya ikut di sini, pada waktu Pak Manapar Manullang pimpinan di Biro Siantar. Meja tulis saya masih saya simpan hasil dari tulisan-tulisan yang ada di koran SIB sejak dahulu. Pak GM putra Sumut tetapi menjadi tokoh nasional memiliki pendirian yang gigih, berjuang, berprakarsa dan pemberani. Ini filosofis. Saya sengaja sebutkan kata pemberani. Memang sukses itu seringkali datang pada mereka yang berani bertindak dan jarang sukses menghampiri orang penakut dan tidak berani mengambil konsekuensi.
Banyak tokoh-tokoh dunia yang berhasil mengatakan itu,. Keberanian mengambil keputusan pada saat-saat sulit Bill Gates, terkaya, terbanyak dana sosialnya tetapi terbanyak untungnya juga mengambil resiko saat memulai usahanya. Dia bukan sarjana yang lulus dari perguruan tinggi malah drop out tetapi apa rahasianya setiap jam 10 dia izinkan karyawannya untuk latihan spritual sesuai dengan agama masing-masing, apakah Kristen Katolik, Budha, Islam dan yang atheis dan bebas. Karena dengan itu mereka makin disiplin, menghargai waktu, makin jujur, makin menghargai pentingnya administrasi yang rapi dan produktivitas semakin tinggi dan keuntungan dia raih sebesar-besarnya.
Hal lain yang saya katakan, orang SIB pun dengan gigih memperjuangkan Propinsi Tapanuli. Keyakinan kita Propinsi Tapanuli pun pasti berhasil, kita pasti menikmatinya. Ini filosofis lagi, Siapapun yang merentangkan tangan menghentikan roda sejarah maka jari jemarinya akan hancur karena roda sejarah itu sendiri akan berlari kencang dan saatnya akan terjadi. Kalau kita memilih memberitakan injil semangat tak boleh kendor, semangat tidak boleh surut, kesuksesan selalu ada di depan. Tuhan memberkati. Amin. (M28/R1/f)
Selasa, 13 Januari 2009
Pdt WTP Simarmata MA: Roda Sejarah akan Menggilas Orang yang Halangi Propinsi Tapanuli
Label: Kegiatan
di 20.54 0 komentar
Kamis, 11 Desember 2008
Pdt WTP Simarmata : Jajaran Bank Sumut Dapat Berubah Mengarah Kepada Akal Budi
Medan (SIB)
Perayaan Natal Keluarga Besar PT Bank Sumut bersama para pensiunan dan mitra kerja berlangsung hikmat di Convention Hall Hotel Danau Toba Internasional Jalan Imam Bonjol Medan, Sabtu malam (6/12).
Hadir dalam acara itu Ketua I PGI Wilayah Sumut JA Ferdinandus, AN Sidauruk, Ir Edward Sitorus Pemimpin BI Medan diwakili Kabid Ekonomi dan Moneter BI Medan Maurids Damanik, mewakili Polda Joko S, mewakili nasabah AKBP Roslinda Sianturi.
Pdt WTP Simarmata dalam khotbah Natalnya meminta agar jajaran Keluarga Besar PT Bank Sumut dapat melakukan perubahan bukan secara lahiriah, tapi seluruh aspek hidup, eksistensi dan keberadaan hidup.
Berubah kata Ketua PGI Wilayah Sumut yakni melalui kelahiran kembali yang mengarah kepada perubahan akal budi. Berbicara tentang akal budi agak filosofis dan intelektual.
Tapi, tegasnya, membangun bangsa harus dimulai dari kepala. Kalau cerdas akan gampang menyelesaikan persoalan, tantangan dan kepahitan.
Lihat di Malaysia, papar Simarmata, membangun kepala lebih banyak biaya pendidikan. Di Brazil pertaniannya luar biasa.
“Jadi bangunlah akal budi, sebab dunia akan diperbaiki dengan baik. Sesuai thema Natal ‘Berubahlah oleh Pembaharuan Budimu yang berkenan kepada Allah yang Sempurna,” tegasnya.
Simarmata memberi contoh perubahan seperti ular meskipun bertukar kulit namanya tetap ular. Berbeda dengan kepompong berubah menjadi kupu-kupu yang cantik diuber anak-anak karena indah.
“Jadi pilihlah perubahan yang indah dan berubahlah oleh akal budimu yang membutuhkan norma-norma yang berpatokan pada kehendak Allah,” imbuhnya.
Natal dengan kelahiran Yesus Kristus ini hendaknya memberi kemampuan memperbaharui diri untuk memilih kehendak Allah. Berubah atas kuasa Allah dan yang mampu melakukan perubahan sebenarnya adalah Tuhan Yesus dengan rohnya.
Dikatakannya, ada budaya baru bahwa Natal ini merupakan sebuah janji iman dan komitmen, kinerja baru. Karyawan Kristen harus lebih disiplin, bermoral, memegang komitmen, lebih bertanggung jawab apa yang diembannya. Berubalah dengan tekad dan janji iman karena hidup kita adalah ibadah kepada Tuhan Yesus.
Dia juga menyinggung kemiskinan yang katanya perlu diperbaiki dengan adil. Kita dapat merasakan bagaimana rumitnya kalau kemajemukan tidak kita kelola dengan baik dan adil, diyakinnya bangsa kita ini akan mengalami hal-hal rumit.
Menurutnya, Bank Sumut telah berperan melawan kemiskinan, karena itu mari kita berdoa agar bank ini menjadi berkat bagi orang miskin. Artinya Bank Sumut jadi alat untuk kemakmuran agar semakin banyak orang-orang termasuk orang miskin banyak menikmati anugerah.
“Kita yakin Bank Sumut menghargai kemajemukan sebab itu adalah pemberian Tuhan bagi kita, tegasnya sambil menyebutkan Yusuf penerima Nobel mampu melawan kemiskinan dengan memberi pinjaman dana dengan uangnya sendiri kepada banyak orang.
Mengenai pelayanan, kata Simarmata, Bank Sumut cukup baik. Sebab, ketika dia menjadi Sekjen HKBP selama 10 tahun dan Ketua PGI 10 tahun, tetap menjadi nasabah Bank Sumut. Semua dilayani dengan baik. Diharapkan Bank Sumut ke depan semakin sukses.
GUBSU
Sementara itu Gubsu diwakili Asisten Pemerintahan Umum Hasiholan Silaen SH dalam sambutannya antara lain mengucapkan terima kasih banyak kepada Bank Sumut yang banyak membantu saudara-saudara kita yang kekurangan. Ini karena Yesus lahir di tempat yang sangat sederhana dan lahir membawa perubahan dunia.
Melalui Natal ini, Gubsu berharap, Bank Sumut dapat mencerminkan rasa kebersamaan dan persaudaraan. Kita harus bisa meningkatkan pemahaman, penghayatan, pengamalan dan pencerahan sesuai ajaran agama yang hakiki. “Natal pertanda sukacita bagi umat Nasrani karena kelahiran Yesus Kristus di suatu kota kecil. Ia datang untuk menjadi teladan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, imbuhnya.
Pemimpin BI Medan diwakili Maurids H Damanik dalam sambutannya antara lain mengatakan, Bank Sumut tidak mau kalah dengan Presiden AS terpilih yang melakukan perubahan.
“Kalau AS bisa berubah secara drastis tentunya BI juga berharap perubahan itu akan merasuk pada Bank Sumut, tegasnya.
Dikatakannya, Bank Sumut berhasil keluar dari krisis. Krisis tidak ada lagi ditengah-tengah bank. Diharapkan bank ini semakin berperan dengan ekonomi rakyat, sehingga bisa berkiprah menjadi bank devisa yang dapat memberi pelayanan ditengah kehidupan berbangsa.
Dengan semangat kebersamaan antara BI dengan perbankan akan bisa memberikan kontribusi terbaik bagi Gubsu dan dewan lainnya.
Usai acara kebaktian dilanjutkan dengan acara hiburan dihadiri Direktur Umum M Yahya didampingi Direktur Pemasaran Bank Sumut Zenilhar, Dewan Komisaris Prof Bachtiar Hassan Miraza dan Nyonya Naya Miraza. (M8/v)
Label: Berita
di 00.08 0 komentar
Minggu, 30 November 2008
Sesalkan dan Merasa Ngeri Atas Perbuatan Guru di Tapteng Memaksa Muridnya Melakukan Oral Sek
Ketua Umum PGI (Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia) Wilayah Sumut Pdt Willem TP Simarmata MA di Pematangsiantar, Kamis (20/11) mengatakan, sangat menyesalkan dan merasa prihatin atas ulah bejad Erwin Ronaldo, guru di Tapanuli Tengah, Sumut yang diduga memaksa murid perempuan yang berada dalam asuhannya melakukan oral seks di depan kelas.
Hal itu disampaikan menanggapi pemberitaan SIB, Kamis (20/11) berjudul “Oral seks guru di Tapteng, Mendiknas dan Menag akan dipanggil DPR”. Tegasnya, tindakan/perbuatan guru yang diduga melakukan oral seks dengan memaksa muridnya yang masih di bawah umur sudah jelas melanggar hukum dan tata susila serta nilai-nilai moral, apalagi nilai agama.
Karenanya, menurutnya Bupati Tapteng sebagai kepala daerah harus bertindak secepatnya untuk menindaklanjutinya supaya tidak semakin banyak tanggapan yang berbeda tentang hal itu. Untuk itu pembinaan terhadap guru harus terus dilakukan, sebab tugas dari guru tidak saja mewariskan ilmu pengetahuan tapi juga budi pekerti moral dan perilaku yang baik.
Sebab, ternyata si guru yang diduga memaksa muridnya melakukan oral seks, sudah tidak mewariskan yang baik kepada anak-anak didiknya, bahkan sudah memberikan contoh yang tak baik dengan merusak masa depan anak-anak (muridnya). Karenanya, sebagai seorang pendeta dan ketua umum PGI Wilayah Sumut, patut sangat menyesalkan perbuatan guru yang diduga memaksa muridnya di depan kelas untuk melakukan oral seks. Tegasnya, setelah membaca beritanya di koran, terus merasa ngeri atas peristiwa tersebut.
Dikatakan, sanksi atau hukuman apa yang nantinya dijatuhkan kepada oknum pelaku, tentu ada undang-undang dan kode etik yang mengatur tentang hal itu dan hal itu sebaiknya kita serahkan saja kepada aparat penegak hukum.
Dikatakan, kita juga menyampaikan terimakasih atas sikap keluarga korban yang sudah mengadukan peristiwa kepada polisi, karena hal itu merupakan suatu tindakan yang sangat tepat dan biarlah aparat kepolisian yang mengusutnya hingga tuntas, kata Pdt WTP Simarmata MA. (S1/c)
Label: Berita
di 18.20 0 komentar
Pdt MD Wakkary: Natal Punya Kekuatan Luar Biasa Mempersatukan Perbedaan Umat
Panitia Pelaksana Natal Umat Kristiani Sumut 2008 dilantik Ketua Forum Komunikasi dan Konsultasi Gerejawi Sumatera Utara (FKKGSU) Pdt WTP Simarmata, MA di Grand Liberty Club, Sabtu (8/11). Pelantikan itu dilakukan sederhana dihadiri sejumlah pimpinan gereja dari beberapa denominasi gereja, tokoh-tokoh umat Kristen lintas profesi, parpol dan ormas.
Kepengurusan inti panitia Natal tahun 2008 dipimpin Ketua Umum Ir GM Chandra Panggabean, Sekum Pdt Dr Elim Simamora, MTh dan Bendahara Ir Mangantar Tambunan dikukuhkan dengan SK Nomor: 09/SKep/FKKGSU/XI/2008.
Ketua Umum FKKGSU Pdt WTP Simarmata, MA saat melantik panitia mengatakan, untuk pelaksanaan tahun 2008 dipercayakan kembali kepada Ir GM Chandra Panggabean dan kawan-kawan, karena pelaksanaan Natal tahun 2007 lalu dinilai cukup sukses mempersatukan seluruh pimpinan gereja dan seluruh unsur umat Kristiani baik tokoh politik lintas partai politik, pengusaha, aparatur pemerintah dan swasta maupun masyarakat di seluruh Kabupaten/Kota Sumatera Utara.
Natal Umat Kristiani Sumut yang kedua tahun ini katanya akan dilaksanakan di Desa Silangit, Siborong-borong Tapanuli Utara, tanggal 27 Desember 2008 dengan thema Hiduplah Dalam Damai Sejahtera dengan Semua Orang. Meski dilaksanakan di daerah kecil namun diharapkan sukacita Natal, kedamaian serta semangat kebersamaan umat Kristiani bisa dibangun dan digaungkan ke seluruh daerah di Sumut maupun Indonesia.
Para pimpinan gereja lintas denominasi dan aliran di Sumut yang tergabung dalam FKKGSU, kata Simarmata melihat situasi sosial, politik dan ekonomi di tahun 2008 ini membuat tantangan dan kendala lebih berat dibanding tahun 2007. Namun ia berharap dengan kepengurusan panitia yang memberi hati, jiwa, tenaga dan pikirannya untuk kemuliaan Tuhan, maka kendala-kendala itu akan bisa dihadapi dengan baik apabila seluruh ide dan pendapat dipersatukan dan seluruh pimpinan gereja akan siap memberi dukungan.
Acara pelantikan diawali kebaktian singkat yang dibawakan Pdt HJ Hutauruk, STh dengan pengkotbah Pdt DR MD Wakkary dan doa penutup Bishop GPP Pdt DR JH Manurung,MMin.
Dalam kotbahnya yang singkat namun bernas Pdt MD Wakkary kembali mengingatkan kepada seluruh umat Kristiani dan khusus panitia bahwa Natal itu punya kekuatan luar biasa untuk mempersatukan segala perbedaan umat. “Melalui Natal kita tunjukkan bagaimana segala elemen dan unsur jemaat Kristen yang ada di Sumut menjadi satu. Kita harus tunjukkan pada Natal ini bahwa kita itu semuanya satu tujuan memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus,” katanya.
Power Of Christmas
MD Wakkary lebih lanjut menjelaskan, Natal itu membawa kabar baik dan sukacita kepada seluruh umat tentang Yesus Kristus. Di dunia informasi melalui media ada istilah good news is a bad news artinya kabar baik bisa saja tidak baik bagi orang lain.
Dewasa ini katanya di media-media begitu banyak berita-berita yang mencemaskan atau bad news bagi semua orang seperti goncangan ekonomi, sosial politik hingga bencana alam. Karena dunia sekarang ini unpredictable atau situasi yang tidak terduga karena banyak peristiwa-peristiwa yang mengagetkan semua pihak seperti goncangan politik, ekonomi hingga bencana akibat kejadian alam. “Tapi Natal itu selalu datang membawa kabar baik atau good news, gospel bagi seluruh umat di dunia. Panitia pun harus bisa membawa kabar baik tentang kelahiran Kristus,” katanya.
Panitia lanjut Wakkary, harus rela berkorban tenaga, pikiran, waktu dan materi dengan perasaan sukacita sehingga panitia bisa menjadi awal dari cerminan kesuksesan kabar baik itu sehingga membawa sukacita bagi umat Kristiani di Sumut. Ia pun mengingatkan, kepanitiaan diisi banyak tokoh dan figur yang ikut dalam kepengurusan sehingga akan memunculkan banyak ide dan pendapat sehingga seluruh perbedaan itu pun harus dikelola dengan baik untuk suksesnya pelaksanaan Natal itu sendiri.
“Di Thailand, itu umat Kristen tidak banyak tapi suasana saat Natal penuh sukacita. Kita juga pernah jalan ke negara Qatar yang mayoritas muslim. Namun di negara itu saya lihat ada pohon Natal yang termasuk paling tinggi di dunia. Nanti pun, ada terang dan sukacita yang dipancarkan dari daerah kecil di Siborong-borong ke seluruh umat Kristiani di Sumatera Utara,” katanya.
MD Wakkary secara khusus memberi apresiasi kepada panitia yang sukses melaksanakan Natal perdana umat Kristiani Sumut tahun 2007 lalu di Stadion Teladan Medan yang dinilainya cukup sukses membangun semangat persatuan dalam keberagaman umat Kristiani. “Mudah-mudahan panitia Natal 2008 diberikan roh sukacita dan kebenaran agar Natal sukses membawa kabar baik dan sukacita kepada seluruh umat Kristiani di Sumut dan Indonesia,” katanya.
Siap Mengemban Tugas
Ketua Umum Panitia Natal Ir GM Chandra Panggabean mengatakan, amanat yang disampaikan kepada panitia untuk memfasilitasi perayaan Natal umat Kristiani tahun 2008 kali ini juga merupakan tanggungjawab yang harus diemban panitia dengan sukacita dan kerelaan hati. Unsur panitia katanya diupayakan melibatkan seluruh unsur masyarakat Kristiani dari berbagai profesi, parpol, aparatur hingga para pendeta mewakili denominasi. Sehingga kepanitiaan benar-benar tidak ada tendensi kepentingan apapun selain memfasilitasi perayaan Natal masyarakat Sumut yang sekaligus bisa membangun kebersamaan dan persaudaraan tanpa memandang perbedaan.
FKKGSU katanya memilih tempat untuk perayaan Natal 2008 ini di Siborong-borong sesuai ide awal pelaksanaan perayaan Natal umat Kristiani dilaksanakan di lokasi yang berbeda secara bergiliran.
Pelantikan itu dihadiri antara lain dihadiri kalangan umat Kristiani dari berbagai unsur, profesi, partai politik, lintas etnis hingga kalangan wanita gereja di Sumut antara lain Ketua PGPI Sumut Pdt Paul F Wakkary, Dr Binsar Situmorang, MSi, Drs Gandhi Tambunan, Jhon Eron Lumbangaol, Ir Hasudungan Butar-butar, Tiandi Lukman, NP Manurung, Drs Monang Simorangkir, Ir Walsen Napitupulu, Binsar M Simanjuntak, Pdt P Silaban, Ronald Naibaho, Gelmok Samosir, Jumongkas Hutagaol, Ny GM Chandra Rooslynda br Marpaung, Ny Nelson Matondang Ria br Hutabarat, Sumi Hartati, Bukit Tambunan, PN Manurung, Jansen Hutagalung, WL Sihombing, Rusdi, Merlyn Simanjuntak, St Drs M Hutagaol, Japansen Sinaga, Pdt Budi S, M Sianturi, Horas Pasaribu, Andreas Soenarjojo, SM Simarmata, M Sianturi, J Siburian, Effendi Manullang, Pdt NP Sitorus,MA, Rico Naibaho, Dr Simon Harianja, Juhal Siahaan, Pdt Rulhana T, Osberth Sinaga, Ny Nelly, Lambok Siahaan, KCT Siantui, Pt Prof Datumira Simanjuntak,SH, Lecy Tobing, Joan Berlin Damanik, Drs Gregorius Marbun, Pdt DL Simatupang, Wati Simamora, Sahala B Sitompul, Ir W Pane,MSc, Maju Rajagukguk, Ny Luciana Wakkary, JA Ferdinandus, Pdt Sahat Hutasoit dan P Simbolon dan banyak lainnya.(M-17/d)
Harian SIB
Label: Kegiatan
di 18.18 0 komentar
Jumat, 28 November 2008
PGI Wilayah Sumut Tolak Pengesahan UU Pornografi
Medan (SIB)
Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah Sumut tolak pengesahan Undang-undang Pornografi dan harus dipikir ulang. Hal itu disampaikan Ketua PGI Wilayah Sumut Pdt WTP Simarmata MA usai berkotbah pada Puncak Kebangunan Iman Paduan Suara Solideo II, Minggu (12/10) di HKBP Bethesda Resort Medan Sunggal Jalan Sei Asahan Medan.
“Pengesahan Undang-undang Pornografi harus dipikir ulang oleh yang berwewenang (DPR dan Pemerintah) dan harus menerima pokok-pokok pikiran dari lembaga-lembaga swadaya masyarakat, gereja-gereja maupun semua institusi lainnya,” ujarnya.
Menurutnya sesuatu yang tidak mungkin, pemerintah sampai mengatur secara teknis mengenai gambar atau buku yang dibaca oleh masyarakat. Kalau itu disahkan maka itu akan mengebiri kebebasan dan kalau dipaksakan akan mengurangi kebebasan berpikir dan berkarya dari kemanusiaan yang sesungguhnya dibawa lahir sesuai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kalau ada yang mau dijaga karena soal moral dan lain-lain, disalahgunakan dan lain-lain maka yang terpenting dilakukan adalah pendidikan moral, budi pekerti, di sekolah-sekolah, lingkungan dan keluarga.
Mengkonsumsi pornografi tidak mungkin dilarang karena melalui situs internet sudah sangat merajalela dan anak-anak remaja pemuda dan orang tua secara bebas dapat mengaksesnya. Jadi kalau di sini dilarang tapi internet terbuka maka itu juga sesuatu yang tidak pas. Kita juga harus melihat perkembangan meluasnya pornografi harus diselidiki sumbernya, tidak mungkin anak-anak atau remaja yang mengedarkan foto-foto kalau tidak ada yang membeking.
Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri yang baru dilantik beberapa waktu lalu secara tegas menyampaikan komitmen Polri untuk melawan judi, illegal logging, dan PGI berharap Kapolri juga menjadikan beking dari beredarnya foto-foto pornografi sebagai sasaran utama.
WTP Simarmata yang didampingi Pdt S Pasaribu saat melakukan konferensi pers itu menyampaikan bahwa membangun moral bukan dengan menerbitkan Undang-undang Pornografi tapi dengan melakukan pendidikan budi pekerti dan moral.
PGI Sumut berpendapat bahwa UU Pornografi belum waktunya disahkan dan masih ada waktu memikirkannya, Kedua pemerintah harus memikirkan prioritas utama yaitu melawan kemiskinan dan membangun kerukunan atas kemajemukan yang ada.
PGI mengarahkan agar pemerintah dan DPR fokus untuk melawan kemiskinan dan mempertahankan kerukunan.
PGI akan melakukan pertemuan dengan pimpinan-pimpinan gereja untuk melakukan sosialisasi sehingga memiliki pemahaman yang sama dan pemahaman itu disampaikan kepada masyarakat.The Christian Conference of Asia (Dewan Gereja Asia) telah menugaskan Ketua PGI Wilayah Sumut untuk mengundang pimpinan gereja dan anggota dewan gereja untuk melakukan evaluasi terhadap kehadiran gereja-gereja Asia dan melihat urgensi dari Undang-undang Pornografi. Apa pentingnya UU Pornografi, apakah akan berdampak pada kemakmuran rakyat atau ekonomi rakyat lebih baik dan apa yang didapat rakyat kalau UU Pornografi disahkan adalah sesuatu yang sangat penting. Kegiatan yang akan digelar PGI Wilayah Sumut adalah untuk memperbaiki ekonomi, membangun kemajemukan sebagai pemberian Tuhan kepada kita sebagai bagian dari penciptaan dan martabat kemanusiaan kita. (M15/d)
Label: Berita
di 00.20 0 komentar
Jumat, 31 Oktober 2008
Selasa, 14 Oktober 2008
Perayaan Kebangunan Iman PS Solideo Mengajak Umat Kristen Menemukan Kemuliaan Allah
Label: Kegiatan
di 01.56 0 komentar
Pdt. WTP Simarmata, MA Ikuti Konsultasi 6 Tokoh Gereja se-Dunia di Jeneva
Label: Kegiatan
di 01.33 0 komentar
Jumat, 10 Oktober 2008
Panitia Natal PWI Sumut 2010 Terbentuk
Panitia Natal PWI Sumut 2010 Terbentuk
Medan (SIB)
Panitia Perayaan Natal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sumut terbentuk. Rapat pembentukan Panitia Natal yang dilaksanakan di Gedung PWI Cab Sumut, Sabtu (2/10), dihadiri Ketua PWI Cab Sumut Drs M Syahrir, Wakil Ketua Zulkifli Harahap, Zul Ali Marbun, dan Panitia Pengarah Manapar FT Simanulang. Sedang pelaksanaan Natal ini direncanakan Sabtu, 11 Desember 2010.
Ketua PWI Cab Sumut Drs M Syahrir mengatakan, pelaksanaan perayaan Natal tahun 2010 ini, selain mendekatkan diri kepada Tuhan, yang dijadikan sebagai alat perekat kekeluargaan di kalangan PWI. Dengan adanya perayaan Natal ini rasa kebersamaan di tengah keluarga besar PWI terus semakin terjalin dengan baik tanpa membeda-bedakan agama, etnis, kelompok dan standart sosial.
“Mari kita tingkatkan rasa kesetiakawanan, solidaritas, walaupun sesama wartawan berbeda kepercayaan,” ujar M Syahrir seraya mengatakan PWI Cab Sumut mendukung sepenuhnya kegiatan perayaan Natal ini. Untuk itu jangan disia-siakan kesempatan ini, perbuatlah kegiatan Natal ini menjadi sumber kasih yang dapat dirasakan semua orang, khususnya bagi orang yang kurang mampu.
Sementara itu, Ketua Panitia St Drs Jumian Situmorang mengucapkan terimakasih kepada Ketua PWI Cab Sumut atas dukungannya yang begitu besar. Menurutnya, PWI Cab Sumut mencatat sejarah pertama kali merayakan Natal sejak berdiri PWI di Sumut.
“Dalam hal ini, kita semua wartawan anggota PWI Cab Sumut mengapresiasi atas dukungan M Syahrir sebagai Ketua PWI Cab Sumut terhadap pelaksanaan Natal ini,” ujarnya.
Susunan Panitia Perayaan Natal PWI Sumut 2010 antara lain Pelindung, Gubsu H Syamsul Arifin SE, Pangdam I/BB, Ketua DPRD Sumut, Kajatisu, Kapoldasu, dan para walikota/Bupati se-Sumut. Sedang penasehat yakni DR GM Penggabean, Drs Rudolf Pardede (DPD RI), Pdt WTP Simarmata MA (Ketua Umum PGI Sumut), DR RE Nainggolan MM (Sekdaprovsu), JA Fernandus (PGI Sumut), Ferdinand Simangungsong, Parlindungan Purba SH MM (DPD RI), Ir JB Siringo ringo, Rajamin Sirait SE. Panitia Pengarah yakni Manapar FT Simanulang (SIB) dan Drs Baldwin Silitonga (Ka RRI) serta penanggungjawab Ketua PWI Cabang Sumut dan Ketua DKD Cabang Sumut.
Ketua Panitia St Drs Jumian Situmorang (Hr Perjuangan), Wakil Ketua Martohap Simarsoit SH (SIB), Sekretaris St Drs Redihman Damanik (Hr Gaya Medan), Wakil Sekretaris Halomoan Samosir SP (Hr Perjuangan), dan Bendahara Drs Eddy Madyia Bukit. Seksi kerohanian St Sarsin H Siregar SE (Medan Bisnis), Seksi Dana : Anton Penggabean (Koordinator-SIB), Drs Hendri Simon Matondang (Hr Mandiri), Drs Tohap Simamora (Gebrak), Drs Maju Manalu (Medan Pos), Drs Tanda Monang Pasaribu (SIB), Drs Frans Sihombing (SIB), Drs Duga Munthe (Metro 24), Ir Parluhutan Simarmata (SIB), Fredy Hutapea (RRI), Drs Carles Daulay (Pos Kota), Firdaus Perangin-angin (SIB).
Seksi hiburan yakni Idris Pasaribu (Koordinator-Analisa), Wesly Arifin Marpaung (Mimbar Umum), Seksi Pengerahan Massa Drs Amson Purba (Koordinator-Perjuangan), Ferry Lumban Tobing SPT (RRI), lala Zanolo Zebua (Mimbar Umum), Seksi Keamanan Josmarlin Tambunan (Koordinator-Medan Pos), Gaja Sibarani (SIB), Mangampu Sormin (Pos Metro), Bona Saut Marihot (Mimbar Umum).
Seksi Humas/Dokumentasi Irwan Ginting SH (Koordinator-Andalas), Drs Hendri Sianturi (Deli TV), Serasi Sembiring (Warta Indonesia Baru), Seksi Perlengkapan Drs Tumpal Sinaga (Koordinator-RRI), Tunggul Sihite (TVRI, Horas Pasaribu (SIB), Seksi Konsumsi Nelly br Hutabarat (Koordinator-SIB), Lenny Sembiring (TVRI), Tania Depari (Metro Medan), dan Eva Rina Pelawi (SIB). (rel/M3)
Label: Kegiatan
di 07.13 0 komentar
Panitia Natal PWI Sumut 2010 Terbentuk
Panitia Natal PWI Sumut 2010 Terbentuk
Medan (SIB)
Panitia Perayaan Natal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sumut terbentuk. Rapat pembentukan Panitia Natal yang dilaksanakan di Gedung PWI Cab Sumut, Sabtu (2/10), dihadiri Ketua PWI Cab Sumut Drs M Syahrir, Wakil Ketua Zulkifli Harahap, Zul Ali Marbun, dan Panitia Pengarah Manapar FT Simanulang. Sedang pelaksanaan Natal ini direncanakan Sabtu, 11 Desember 2010.
Ketua PWI Cab Sumut Drs M Syahrir mengatakan, pelaksanaan perayaan Natal tahun 2010 ini, selain mendekatkan diri kepada Tuhan, yang dijadikan sebagai alat perekat kekeluargaan di kalangan PWI. Dengan adanya perayaan Natal ini rasa kebersamaan di tengah keluarga besar PWI terus semakin terjalin dengan baik tanpa membeda-bedakan agama, etnis, kelompok dan standart sosial.
“Mari kita tingkatkan rasa kesetiakawanan, solidaritas, walaupun sesama wartawan berbeda kepercayaan,” ujar M Syahrir seraya mengatakan PWI Cab Sumut mendukung sepenuhnya kegiatan perayaan Natal ini. Untuk itu jangan disia-siakan kesempatan ini, perbuatlah kegiatan Natal ini menjadi sumber kasih yang dapat dirasakan semua orang, khususnya bagi orang yang kurang mampu.
Sementara itu, Ketua Panitia St Drs Jumian Situmorang mengucapkan terimakasih kepada Ketua PWI Cab Sumut atas dukungannya yang begitu besar. Menurutnya, PWI Cab Sumut mencatat sejarah pertama kali merayakan Natal sejak berdiri PWI di Sumut.
“Dalam hal ini, kita semua wartawan anggota PWI Cab Sumut mengapresiasi atas dukungan M Syahrir sebagai Ketua PWI Cab Sumut terhadap pelaksanaan Natal ini,” ujarnya.
Susunan Panitia Perayaan Natal PWI Sumut 2010 antara lain Pelindung, Gubsu H Syamsul Arifin SE, Pangdam I/BB, Ketua DPRD Sumut, Kajatisu, Kapoldasu, dan para walikota/Bupati se-Sumut. Sedang penasehat yakni DR GM Penggabean, Drs Rudolf Pardede (DPD RI), Pdt WTP Simarmata MA (Ketua Umum PGI Sumut), DR RE Nainggolan MM (Sekdaprovsu), JA Fernandus (PGI Sumut), Ferdinand Simangungsong, Parlindungan Purba SH MM (DPD RI), Ir JB Siringo ringo, Rajamin Sirait SE. Panitia Pengarah yakni Manapar FT Simanulang (SIB) dan Drs Baldwin Silitonga (Ka RRI) serta penanggungjawab Ketua PWI Cabang Sumut dan Ketua DKD Cabang Sumut.
Ketua Panitia St Drs Jumian Situmorang (Hr Perjuangan), Wakil Ketua Martohap Simarsoit SH (SIB), Sekretaris St Drs Redihman Damanik (Hr Gaya Medan), Wakil Sekretaris Halomoan Samosir SP (Hr Perjuangan), dan Bendahara Drs Eddy Madyia Bukit. Seksi kerohanian St Sarsin H Siregar SE (Medan Bisnis), Seksi Dana : Anton Penggabean (Koordinator-SIB), Drs Hendri Simon Matondang (Hr Mandiri), Drs Tohap Simamora (Gebrak), Drs Maju Manalu (Medan Pos), Drs Tanda Monang Pasaribu (SIB), Drs Frans Sihombing (SIB), Drs Duga Munthe (Metro 24), Ir Parluhutan Simarmata (SIB), Fredy Hutapea (RRI), Drs Carles Daulay (Pos Kota), Firdaus Perangin-angin (SIB).
Seksi hiburan yakni Idris Pasaribu (Koordinator-Analisa), Wesly Arifin Marpaung (Mimbar Umum), Seksi Pengerahan Massa Drs Amson Purba (Koordinator-Perjuangan), Ferry Lumban Tobing SPT (RRI), lala Zanolo Zebua (Mimbar Umum), Seksi Keamanan Josmarlin Tambunan (Koordinator-Medan Pos), Gaja Sibarani (SIB), Mangampu Sormin (Pos Metro), Bona Saut Marihot (Mimbar Umum).
Seksi Humas/Dokumentasi Irwan Ginting SH (Koordinator-Andalas), Drs Hendri Sianturi (Deli TV), Serasi Sembiring (Warta Indonesia Baru), Seksi Perlengkapan Drs Tumpal Sinaga (Koordinator-RRI), Tunggul Sihite (TVRI, Horas Pasaribu (SIB), Seksi Konsumsi Nelly br Hutabarat (Koordinator-SIB), Lenny Sembiring (TVRI), Tania Depari (Metro Medan), dan Eva Rina Pelawi (SIB). (rel/M3)
Label: Kegiatan
di 07.10 1 komentar

